Tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan lulusan pendidikan menengah dan tinggi mencerminkan ketidakseimbangan antara ukuran angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja di Indonesia. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan mahasiswa—kelompok terdidik yang diharapkan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Namun, pada kenyataannya, niat kewirausahaan mahasiswa masih relatif rendah, sebagaimana dibuktikan oleh sedikitnya jumlah mahasiswa yang telah memulai usaha dibandingkan dengan total populasi mahasiswa, termasuk mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengambilan Risiko, Locus of Control, dan Lingkungan Keluarga terhadap Niat Kewirausahaan mahasiswa Administrasi Bisnis di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan melibatkan penyebaran kuesioner online (Google Forms) kepada responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis, dibantu oleh SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pengambilan Risiko, Locus of Control, dan Lingkungan Keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Kewirausahaan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan dalam merancang program pengembangan kewirausahaan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong siswa mengambil inisiatif dalam menciptakan peluang bisnis baru dan berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Copyrights © 2026