Industri perjalanan ibadah umrah di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat, sehingga mendorong biro perjalanan seperti PT Mutiara Amanah untuk mengoptimalkan strategi pemasaran. Penelitian ini menganalisis implementasi pemasaran (live TikTok dan sosialisasi) dalam perspektif IMC serta mengidentifikasi kesenjangan antara praktik lapangan dan prinsip keterpaduan IMC. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada Kantor Cabang PT Mutiara Amanah, penelitian ini menelaah strategi pemasaran secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kantor cabang menerapkan dua strategi utama, yaitu live TikTok dan sosialisasi langsung di berbagai lokasi strategis di Kota Tuban. Kedua strategi tersebut dilakukan bergantian untuk menjangkau calon jamaah dari beragam segmen. Analisis menunjukkan bahwa penerapan IMC berada pada tahap berkembang menuju integrasi penuh. Dengan demikian, strategi pemasaran yang diterapkan telah mencerminkan prinsip IMC meski masih memerlukan peningkatan pada perencanaan terpadu.
Copyrights © 2026