Penelitian ini membahas manajemen konflik takmir masjid di Desa Pule berbasis kearifan lokal dan nilai Islam. Masalah penelitian berangkat dari realitas bahwa masjid pedesaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat interaksi sosial yang berpotensi memunculkan perbedaan pendapat, baik dalam aspek ibadah, kepengurusan, partisipasi pemuda, maupun transparansi pengelolaan masjid. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tipologi konflik, menganalisis pola komunikasi dan kearifan lokal dalam penyelesaian konflik, serta merumuskan model manajemen konflik yang sesuai dengan karakter masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik cenderung bersifat laten dan ringan. Penyelesaian dilakukan melalui tabayyun, musyawarah, sowan, rembug, nasihat personal, dan islah. Penelitian ini menghasilkan model Rukun Rembug Tabayyun.
Copyrights © 2026