Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan sejarah dan budaya Pulau Penyengat sebagai salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai strategis bagi identitas Melayu, sejarah Kesultanan Riau-Lingga, tradisi keislaman, dan pengembangan pariwisata budaya di Kepulauan Riau. Permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah masih perlunya penguatan pemahaman masyarakat mengenai makna pelestarian, etika menjaga situs, pewarisan nilai budaya, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan heritage. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, diskusi partisipatif, refleksi, dan evaluasi kualitatif. Pemateri memberikan penguatan materi mengenai pelestarian warisan sejarah, pengembangan pariwisata budaya, dan pentingnya partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai nilai historis dan budaya Pulau Penyengat, pentingnya menjaga situs warisan, serta perlunya membangun perilaku wisata yang bertanggung jawab. Diskusi partisipatif juga memperlihatkan adanya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan, etika kunjungan, pewarisan nilai sejarah kepada generasi muda, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi pelestarian mampu menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Pelestarian Pulau Penyengat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama pemerintah, akademisi, masyarakat lokal, pelaku wisata, komunitas budaya, dan generasi muda agar kawasan ini tetap menjadi simbol sejarah, identitas Melayu, dan destinasi wisata budaya yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026