EDUKASI
Vol. 24 No. 1 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan

From Authority to Facilitator: A Grounded Theory Analysis of AI-Mediated Shifts in Islamic Religious Education Pedagogy

Ade Zaenul Mutaqin (Institut Agama Islam Tasikmalaya, Indonesia)
Muslihudin (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
Mukhsin (STAI Al-Falah Cicalengka)
Apin (STAI Al-Falah Cicalengka)
Abdul Hamid (Tun Hussein Onn University of Malaysia)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

This study develops a grounded theory explaining how Islamic Religious Education (IRE) teachers negotiate pedagogical authority in AI-mediated classrooms. Using interviews, observations, and document analysis with 20 Indonesian IRE teachers, the study proposes a Tripartite Negotiation Model consisting of epistemic, pedagogical, and moral-relational negotiations. The findings show that teachers reconstruct rather than lose authority by positioning AI as a supportive tool within Islamic pedagical values. The study suggests extending TPACK with Theological Knowledge (TKw) and Relational-Moral Knowledge (RMK) to better explain AI integration in religious education. The findings challenge deskilling narratives by highlighting teachers’ agency in culturally embedding AI through concepts such as khadam (servant). Implications are offered for teacher development, curriculum design, and culturally responsive AI in religious education.  ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan teori grounded theory tentang negosiasi otoritas pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kelas yang dimediasi AI. Melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap 20 guru PAI Indonesia, penelitian ini menghasilkan Model Negosiasi Tripartit yang mencakup negosiasi epistemik, pedagogis, dan moral-relasional. Temuan menunjukkan bahwa guru tidak kehilangan otoritas, melainkan merekonstruksinya dengan menempatkan AI sebagai alat pendukung dalam nilai pedagogi Islam. Penelitian ini mengusulkan perluasan kerangka TPACK dengan Pengetahuan Teologis (TKw) dan Pengetahuan Relasional-Moral (RMK) untuk menjelaskan integrasi AI dalam pendidikan agama. Temuan juga menantang narasi de-skilling dengan menyoroti keagenan guru dalam mengintegrasikan AI secara kultural melalui konsep khadam (pelayan). Implikasi penelitian mencakup pengembangan guru, desain kurikulum, dan AI yang responsif terhadap budaya dalam pendidikan agama.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

edukasi

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Other

Description

Focus: EDUKASI is a scientific journal dedicated to the study and research of Religion and Religious Education. It is committed to enriching and expanding the body of scientific knowledge relevant for policy-making and the advancement of theoretical and conceptual frameworks. The journal aims to ...