Penelitian ini membahas kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, yaitu impostor syndrome dan self-efficacy. Topik ini penting karena masih tingginya pengangguran terdidik dan rendahnya kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan impostor syndrome dan self-efficacy dalam satu model penelitian terhadap kesiapan kerja, yang masih jarang diteliti secara simultan, khususnya pada mahasiswa di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, melibatkan 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impostor syndrome dan self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Impostor syndrome cenderung menghambat kesiapan kerja akibat keraguan terhadap kemampuan diri, sedangkan self-efficacy meningkatkan kesiapan kerja melalui keyakinan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor psikologis memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan kerja, sehingga perguruan tinggi perlu memperhatikan pengembangan kepercayaan diri mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan.
Copyrights © 2026