Layanan tambal ban oleh mitra Timorlorosae di kelurahan Oeba-Kota Kupang yang letaknya strategis(jalan propinsi) pada awalnya dirintis oleh beberapa pemuda, sebagai aktivitas pemanfaatan waktu luang tetapi layanan ini mengalami peningkatan permintaan selama tiga tahun. Meskipun masih menggunakan metode tradisional berupa pelita berbahan bakar minyak dengan berbagai kendala yakni emisi asap, rendahnya efisiensi waktu pemanasan dan ketidaknyamanan ergonomis bagi pekerja. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan sistem pemanas listrik berbasis elemen pemanas dengan pengontrol daya menggunakan Silicon Controlled Rectifier (SCR), filter Electromagnetic Interference (EMI) dan IC Timer 555 untuk pengaturan durasi pemanasan secara presisi. Uji lapangan dilokasi mitra Timorlorosae terhadap berbagai jenis ban kendaraan bermotor sebagai akhir dari metode pengabdian, menunjukkan durasi pemanasan listrik rerata ± 8 menit dengan suhu ± 125°C dan biaya Rp 10 per-proses dibandingkan pelita ± 12 menit, suhu ± 112°C dan biaya Rp 416. Sistem listrik menghasilkan vulkanisasi yang merata, cepat, stabil, menghemat biaya ± 97% dan waktu ± 36%. Saat pengujian lapangan oleh mitra Timorlorosae, melaporkan dampak yang signifikan berupa kemudahan saat operasikan sistem, ringan, minim perawatan dan tanpa residu meskipun terdapat persoalan minor yakni pengelolaan kabel saat mobilisasi.
Copyrights © 2026