Permasalahan utama dalam pengelolaan lahan kering adalah keterbatasan air, yang semakin diperparah oleh praktik penyiraman tanaman secara manual yang tidak efisien. Kondisi ini juga terjadi pada lahan ketahanan pangan di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, yang masih menerapkan sistem pertanian konvensional dengan kebutuhan air tinggi, waktu penyiraman yang lama, serta beban tenaga kerja yang besar, khususnya pada musim kemarau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas lahan melalui penerapan teknologi irigasi tetes berbasis pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi tahap survei dan identifikasi masalah, sosialisasi dan perencanaan, pembuatan sistem irigasi tetes, serta monitoring dan evaluasi. Sistem irigasi dirancang sederhana dengan memanfaatkan distribusi air secara gravitasi dari tandon air ke-main lane, sub- main lane, dan lateral yang dilengkapi emitter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes mampu mendistribusikan air secara merata dengan kebutuhan sekitar 7200 liter per hari untuk 30 larikan, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air, tenaga kerja, dan waktu penyiraman. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas petani dalam hal pengetahuan teknis pengunaan air, dan penerapan pertanian berkelanjutan. Implementasi sistem ini juga berkontribusi pada pengurangan beban kerja, efisiensi biaya operasional, serta peningkatan potensi produktivitas lahan.
Copyrights © 2026