Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Limpasan Permukaan Dan Erosi Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendungan Temef Dengan Soil And Water Assessment Tool (SWAT+): The Impact Of Land Use Change On Surface Runoff And Soil Erosion In The Temef Dam Watershed Using The Soil And Water Assessment Tool (SWAT) Arnoldus Nama; Yunus Fallo; Fabianus J. S. Nope
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land-use change is one of the primary drivers influencing watershed hydrological conditions. Uncontrolled conversion of land in the Benanain watershed, particularly in the Temef sub-watershed, has the potential to increase surface runoff and accelerate soil erosion, which in turn increases sedimentation within the Temef Dam reservoir. This study aims to analyze the impact of land-use changes between 2018 and 2024 on surface runoff and soil erosion using the Soil and Water Assessment Tool Plus (SWAT+). Data used include rainfall, climate, DEM, soil type maps, and land cover maps which were processed through watershed delineation, HRU formation, and hydrological simulations. The results indicate significant land-cover changes, particularly a reduction of shrubland by 27.65% and an increase in forest area by 23.74%. These changes significantly affect runoff patterns, where in 2024 sub-watershed 6 produced the highest annual runoff of 611.96 mm and sub-watershed 8 the lowest at 209.93 mm. The findings provide a comprehensive understanding of hydrological dynamics in the Temef watershed and serve as a scientific reference for soil-water conservation planning and sustainable watershed management.
Penerapan Irigasi Tetes Untuk Meningkatkan Efisiensi Air Pada Lahan Ketahanan Pangan di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu Ramzy G G L Sayonara; Fabianus J S Nope nope; Arnoldus Nama; Dian E W Johannis; Yermias E Lay; Joko Suparmanto; Lodia S Amnifu
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam pengelolaan lahan kering adalah keterbatasan air, yang semakin diperparah oleh praktik penyiraman tanaman secara manual yang tidak efisien. Kondisi ini juga terjadi pada lahan ketahanan pangan di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, yang masih menerapkan sistem pertanian konvensional dengan kebutuhan air tinggi, waktu penyiraman yang lama, serta beban tenaga kerja yang besar, khususnya pada musim kemarau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas lahan melalui penerapan teknologi irigasi tetes berbasis pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi tahap survei dan identifikasi masalah, sosialisasi dan perencanaan, pembuatan sistem irigasi tetes, serta monitoring dan evaluasi. Sistem irigasi dirancang sederhana dengan memanfaatkan distribusi air secara gravitasi dari tandon air ke-main lane, sub- main lane, dan lateral yang dilengkapi emitter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes mampu mendistribusikan air secara merata dengan kebutuhan sekitar 7200 liter per hari untuk 30 larikan, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air, tenaga kerja, dan waktu penyiraman. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas petani dalam hal pengetahuan teknis pengunaan air, dan penerapan pertanian berkelanjutan. Implementasi sistem ini juga berkontribusi pada pengurangan beban kerja, efisiensi biaya operasional, serta peningkatan potensi produktivitas lahan.