Ketidakpastian global yang meningkat akibat dinamika geopolitik dan fluktuasi makroekonomi telah memengaruhi stabilitas pasar modal, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang belum konsisten terkait peran nilai tukar dan risiko geopolitik terhadap kinerja pasar saham, khususnya di negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak nilai tukar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta untuk mengkaji peran risiko geopolitik sebagai variabel moderasi dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, memanfaatkan data sekunder bulanan selama periode Januari 2020 hingga Desember 2025, yang dianalisis menggunakan teknik Moderated Regression Analysis (MRA) melalui IBM SPSS setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar dan risiko geopolitik memiliki pengaruh positif terhadap IHSG, serta risiko geopolitik memperkuat hubungan antara nilai tukar dan kinerja pasar saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, investor cenderung lebih responsif terhadap indikator makroekonomi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa interaksi antara faktor domestik dan global menjadi determinan penting dalam pembentukan harga aset, sehingga stabilitas nilai tukar dan pemantauan risiko geopolitik perlu menjadi perhatian utama bagi investor dan pembuat kebijakan.
Copyrights © 2026