Perkembangan teknologi digital memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di bidang pendidikan. Namun, penggunaan media pembelajaran konvensional yang masih berbasis dua dimensi menyebabkan pemahaman siswa terhadap materi bersifat abstrak, khususnya pada materi sistem gerak manusia bagian sendi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa di SMAN 1 Kalasan, diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan jenis-jenis sendi akibat keterbatasan media visualisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi sendi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dikembangkan menyajikan model tiga dimensi sendi yang dapat dipelajari secara interaktif melalui perangkat seluler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian oleh ahli media memperoleh skor 88,2% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 79% dengan kategori sangat layak, serta uji pengguna sebesar 97,57% dengan kategori sangat layak. Selain itu, uji efektivitas menunjukkan skor 79% dengan kategori efektif. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis AR yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi sendi, serta dapat menjadi alternatif inovatif dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas.
Copyrights © 2026