Perkembangan teknologi yang masif memicu pergeseran paradigma pendidikan dari model tradisional menuju metode yang lebih fleksibel dan relevan bagi generasi digital, yakni microlearning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan efektivitas metode microlearning terhadap retensi belajar mahasiswa di perguruan tinggi melalui tinjauan literatur yang komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative review. Analisis dilakukan terhadap berbagai jurnal nasional maupun internasional bereputasi yang diterbitkan dalam kurun waktu 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa microlearning tidak hanya unggul dalam meningkatkan retensi pengetahuan, tetapi juga berkontribusi positif terhadap motivasi, keterlibatan, dan kompetensi mahasiswa di berbagai disiplin ilmu seperti kesehatan, teknologi, dan bisnis. Efektivitas metode ini bertumpu pada kualitas desain instruksional yang mengintegrasikan tiga dimensi utama: pembelajar (kepuasan dan gaya belajar), konten (relevansi dan struktur), serta teknologi (aksesibilitas multi-perangkat). Berdasarkan teori kognitif, penyajian informasi yang tersegmentasi mampu mereduksi beban kognitif (cognitive load), sementara penggunaan dual coding theory melalui stimulus visual dan auditori terbukti memperkuat memori jangka panjang. Kesimpulannya, penerapan microlearning secara konsisten memberikan dampak yang jauh lebih signifikan terhadap retensi informasi dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional yang bersifat monolitik.
Copyrights © 2026