Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyesuaian pelaku UMKM dalam menghadapi perubahan digital marketing di Kota Palembang melalui pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari enam pelaku UMKM di bidang kuliner, fashion, skincare, dan penjualan buah yang aktif menggunakan media digital seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, Shopee, dan TikTok Shop sebagai alat pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan digital marketing memberikan keuntungan yang besar bagi perkembangan usaha, seperti memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta memudahkan komunikasi dengan konsumen. Selain itu, media digital dianggap mudah digunakan karena memiliki fitur yang sederhana dan praktis. Temuan ini menunjukkan adanya persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) sebagaimana dijelaskan dalam Technology Acceptance Model (TAM). Namun, pelaku UMKM masih menghadapi beberapa tantangan seperti persaingan usaha online yang semakin ketat, keterbatasan literasi digital, kesulitan membuat konten promosi yang menarik, serta jaringan internet yang belum stabil. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan kemampuan literasi digital, kreativitas promosi, kualitas pelayanan, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace secara maksimal agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di era perubahan digital.
Copyrights © 2026