Pemilihan Presiden 2024 menempatkan pemilih muda sebagai kelompok demografis palingdominan, dengan gabungan Generasi Z dan Milenial mencapai lebih dari 56 persen dari totalpemilih nasional menjadikan suara mereka penentu arah kontestasi elektoral terbesar dalamsejarah Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan efektivitas partisipasi politikpemilih muda pada Pilpres 2024 di Kota Surabaya menggunakan kerangka teori partisipasipolitik Miriam Budiardjo. Pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaandigunakan melalui analisis artikel jurnal nasional, data resmi KPU, serta referensi akademisrelevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilih muda Surabaya bukanlah kelompok apatis,melainkan aktor politik yang kritis dan selektif. Partisipasi mereka melampaui kehadiran diTPS dan meluas ke ranah non-konvensional berbasis digital diskusi politik daring, penyebaraninformasi kritis, hingga pembentukan opini publik secara mandiri. Namun, potensi ini belumoptimal akibat rendahnya literasi politik, banjir disinformasi, serta minimnya pendidikanpemilih yang substantif. Penelitian ini juga mengungkap kesenjangan antara dominasidemografis pemilih muda dan minimnya keterwakilan mereka di legislatif daerah, sehinggapenguatan demokrasi lokal Surabaya menuntut investasi berkelanjutan dalam pendidikanpolitik yang partisipatif dan ekosistem informasi yang sehat
Copyrights © 2026