Media pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar peserta didik, baik melalui media digital maupun non-digital yang mendukung interaksi efektif. . berdasarkan hasil observasi, di temukan kurangnya variasi media pembelajaran dan peserta didik yang yang dominan hiperaktif menunjukkan gejala kurang fokus dan minat belajar rendah ketika kegiatan belajar hanya berisi pengerjaan soal tanpa media yang menarik. Oleh sebab itu dikembangkan media Monopoli Nusantara (MONUSRA) diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik serta membuat proses pembelajaran lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas pengembangan media Monopoli Nusantara (MONUSRA). Metode yang digunakan ialah RnD model ADDIE (analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan uji coba 20 peserta didik. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan tes dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil peneltian menunjukkan media Monopoli Nusantara (MONUSRA) memperoleh validasi ahli media 95%, ahli materi 94%, dan ahli pembelajaran 98,4% kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan mendapatkan dari uji respon minat peserta didik pada skala kecil medapatkan 96% dan skala besar 95% dengan kriteria sangat praktis. hasil uji keefektivan menggunakan uji N-Gain diperoleh pada skala kecil di peroleh skor 0,80 skala besar diperoleh skor 0,84.
Copyrights © 2026