Kemampuan pemecahan masalah matematis (KPPM) adalah kompetensi yang sangat penting, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa di bidang ini masih cukup rendah, khususnya pada materi Program Linear. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan membandingkan seberapa efektif model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) yang berpusat pada siswa dibandingkan dengan model Direct Instruction (DI) yang berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan post test only group design yang melibatkan 46 siswa kelas XI dari salah satu SMK di Ambon. Para siswa ini dibagi menjadi kelompok eksperimen (NHT, n=24) dan kelompok kontrol (DI, n=22). Instrumen utama yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok NHT mendapatkan rata-rata skor KPPM lebih tinggi secara signifikan (80.50) dibandingkan kelompok DI (68.77) dengan nilai p=0.001. Implikasi dari penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif yang mendorong interaksi serta tanggung jawab individu ternyata lebih baik dalam melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa daripada pendekatan belajar langsung yang sekadar fokus pada prosedur. Oleh karena itu, model ini sangat direkomendasikan bagi para pendidik
Copyrights © 2026