Kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia masih menjadi tantangan kritis dalam kemajuan pendidikan nasional. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah pemanfaatan teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) berbasis satelit, yang memungkinkan konektivitas internet tanpa bergantung pada infrastruktur kabel atau serat optik di darat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Forward Nusantara (Fornus) Depok bekerja sama dengan SMKN 1 Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi satelit dan sistem VSAT kepada siswa sekolah menengah kejuruan sebagai alternatif yang efektif dan efisien untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil dan 3T ke jaringan digital. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi komponen VSAT, diskusi interaktif, dan pembelajaran kolaboratif antara dua sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan terhadap teknologi satelit dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan pengetahuan antara siswa perkotaan dan daerah 3T sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi teknologi antarsekolah sebagai model pendidikan digital inklusif.
Copyrights © 2026