Kopi merupakan salah satu komoditas di Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara yang berpotensi besar namun belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknik pemanenan dengan metode petik merah dan sortasi awal guna meningkatkan mutu biji kopi. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–September 2025 dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang terdiri dari Focus Group Discussion (FGD), pelatihan SOP pemanenan, pendampingan teknis di demplot percobaan, serta evaluasi kegiatan. Pelatihan menitikberatkan pada kriteria kematangan buah, teknik petik merah, dan sortasi awal di lapangan. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman petani dengan rata-rata peningkatan sebesar 50,67%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek manfaat sortasi awal sebesar 63%. Selain itu, terjadi penurunan persentase bibit cacat pada metode panen pelangi menjadi 9.4% dari rata-rata 20.6%. Setelah penerapan metode petik merah dan sortasi awal, persentase biji cacat menurun menjadi 9.4%. Pendampingan di demplot menunjukkan adanya perubahan praktik panen dari petik pelangi menuju petik merah, serta penurunan persentase biji cacat dan peningkatan keseragaman mutu fisik biji kopi menjadi 85% berwarna merah. Evaluasi menggunakan skala Likert dan wawancara menunjukkan respon mitra yang sangat positif dan menilai kegiatan ini efektif serta aplikatif. Kegiatan ini disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran petani terhadap pentingnya panen petik merah dan sortasi awal di lapangan. Namun, diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan adopsi teknologi dan perubahan perilaku panen secara konsisten guna meningkatkan daya saing kopi Kerujuk sebagai komoditas unggulan daerah.
Copyrights © 2026