Afifah Farida Jufri
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Penanganan Panen Kopi melalui Program Pemberdayaan Petani HKm Mekarsari di Dusun Kerujuk, Lombok Utara Afifah Farida Jufri; Nurrachman; Liana Suryaningsih B.; Anjar Pranggawan Azhari; Novita Hidayatun Nufus; Al Fajr Adriansyah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.234

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas di Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara yang berpotensi besar namun belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknik pemanenan dengan metode petik merah dan sortasi awal guna meningkatkan mutu biji kopi. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–September 2025 dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang terdiri dari Focus Group Discussion (FGD), pelatihan SOP pemanenan, pendampingan teknis di demplot percobaan, serta evaluasi kegiatan. Pelatihan menitikberatkan pada kriteria kematangan buah, teknik petik merah, dan sortasi awal di lapangan. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman petani dengan rata-rata peningkatan sebesar 50,67%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek manfaat sortasi awal sebesar 63%. Selain itu, terjadi penurunan persentase bibit cacat pada metode panen pelangi menjadi 9.4% dari rata-rata 20.6%. Setelah penerapan metode petik merah dan sortasi awal, persentase biji cacat menurun menjadi 9.4%. Pendampingan di demplot menunjukkan adanya perubahan praktik panen dari petik pelangi menuju petik merah, serta penurunan persentase biji cacat dan peningkatan keseragaman mutu fisik biji kopi menjadi 85% berwarna merah. Evaluasi menggunakan skala Likert dan wawancara menunjukkan respon mitra yang sangat positif dan menilai kegiatan ini efektif serta aplikatif. Kegiatan ini disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran petani terhadap pentingnya panen petik merah dan sortasi awal di lapangan. Namun, diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan adopsi teknologi dan perubahan perilaku panen secara konsisten guna meningkatkan daya saing kopi Kerujuk sebagai komoditas unggulan daerah.
Pemberdayaan Anggota PKK Dusun Midang dalam Mengelola Kotoran Ternak dan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik dalam Menunjang Budidaya Sayur di Pekarangan Novita Hidayatun Nufus; Afifah Farida Jufri; I Gusti Nano Septian
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.247

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi pupuk organik merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung budidaya sayuran pekarangan sekaligus mengurangi permasalahan lingkungan akibat akumulasi limbah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Midang, Desa Midang, Kabupaten Lombok Barat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya sayuran di pekarangan rumah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai pupuk dan pemupukan, pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan sampah rumah tangga dan kotoran ternak, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan penilaian keterampilan menggunakan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 65 pada pre-test menjadi 88 pada post-test. Selain itu, tingkat keterampilan peserta dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik meningkat dari skor 2,5 menjadi 4,5 pada skala Likert. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik. Kemampuan peserta dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri berpotensi mendukung budidaya sayuran pekarangan melalui peningkatan kesuburan tanah, pengurangan biaya pembelian pupuk, serta optimalisasi pemanfaatan limbah rumah tangga dan kotoran ternak.