Al-Qur’an menekankan pentingnya tawadhu’ sebagai akhlak mulia. QS. Al-Hijr: 88 memerintahkan Nabi agar rendah hati terhadap sesama mukmin. Ibn ‘Arabi menafsirkannya secara sufistik-metafisik, sedangkan Al-‘Alusi menekankannya pada etika sosial. Studi komparatif keduanya menunjukkan keluasan makna tawadhu’ dalam dimensi spiritual dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsep tawadhu’ menurut Ibn ‘Arabi dan Al-‘Alusi . Penelitian ini termasuk penelitian pustaka dengan analisis komparatif. Ibn ‘Arabi menafsirkan tawadhu’ sebagai kesadaran metafisik tentang kesatuan wujud, sedangkan Al-‘Alusi menafsirkannya sebagai akhlak sosial yang menuntut kelembutan dan rendah hati dalam pergaulan. Analisis komparatif menunjukkan bahwa keduanya berbeda dalam orientasi, tetapi saling melengkapi. Ibn ‘Arabi mengajarkan kedalaman batin, Al-‘Alusi mengajarkan praktik sosial.
Copyrights © 2026