Penelitian ini bertujuan untuk memhami pengalaman bersalah pada Wanita dewasa awal yang mengalami konflik interpersonal dengan teman dekat di Desa Talaitad Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Cresswell untuk menggali makna mendalam dari pengalaman subjektif partisipan. Dua Wanita dewasa awal berusia 22 dan 23 tahun menjadi partisipan penelitian, dengan data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik interpersonal terjadi akibat kesalahpahaman komunikasi dan perbedaan pendapat dalam hubungan pertemanan. Perasaan bersalah yang muncul meliputi rasa tidak nyaman, penyesalan, kecanggungan sosial, serta dorongan untuk memperbaiki hubungan. Penelitian ini juga menemukan dua polautama, yaitu rasa bersalah yang menetap ketika rekonsiliasi tidak tercapai, serta rasa bersalah yang bersifat adaptif ketika permintaan maaf diterima. Faktor-faktor yang mempengaruhi perasaan bersalah antara lain kualitas hubungan, respons sosial teman, serta kemampuan refleks diri. Penelitian ini memberikan Gambaran bahwa rasa bersalah merupakan emosi moral yang penting dalam menjaga kualitas hubungan interpersonal pada Wanita dewasa awal.
Copyrights © 2026