Journal of Public Health Concerns
Vol. 6 No. 3 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns

Penguatan kesehatan ibu dan anak pada periode 1000 HPK untuk pencegahan stunting

Rika Yuanita Pratama (Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, STIKARA Sintang)
Ria Damayanti (Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, STIKARA Sintang)
Lea Masan (Prodi D3 Kebidanan, STIKARA Sintang)
Yolanda Montessori (Prodi D3 Kebidanan, STIKARA Sintang)
Yunida Haryanti (Prodi D3 Kebidanan, STIKARA Sintang)



Article Info

Publish Date
25 May 2026

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that remains a top public health priority in Indonesia. The First 1,000 Days of Life (HPK) is a crucial phase in child growth and development, therefore, efforts to prevent stunting are needed by increasing public knowledge about maternal and child health. Low public understanding of reproductive health, nutritional needs of pregnant women, exclusive breastfeeding, and complementary feeding (MP-ASI) is a risk factor for stunting in the community. Purpose: To increase public knowledge and awareness of the importance of maternal and child health during the First 1,000 Days of Life (HPK) as a stunting prevention effort. Method: This community service activity was conducted in Jerora Satu Village, Sintang District, on January 29, 2026. The target group was pregnant women, breastfeeding mothers, mothers with toddlers, integrated health post (Posyandu) cadres, and families at risk of stunting. The outreach program was conducted through interactive lectures, discussions, and questions and answers to increase participant engagement and facilitate understanding of the material, which covered nutritional needs of pregnant and breastfeeding mothers; These include exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding (MP-ASI), monitoring toddler growth and development, preventing infectious diseases through clean and healthy living practices (PHBS), and the importance of complete basic immunizations and antenatal care (ANC) visits. Evaluation is conducted through observational methods and mentoring in re-practicing the material presented. Results: The activity demonstrated increased participant knowledge regarding the importance of the 1000-HPK period, balanced nutrition, exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding (MP-ASI), and monitoring toddler growth. Participants also demonstrated high enthusiasm during the activity and were able to practice making complementary feeding (MP-ASI) using local food ingredients. Furthermore, Posyandu (Integrated Service Post) cadres gained additional knowledge related to maternal and child health education and toddler growth monitoring. Conclusion: The community service activities to strengthen maternal and child health went well and received a positive response from the community. The activities, which included outreach, demonstrations, mentoring, and counseling, improved participants' knowledge and skills regarding nutritional fulfillment, exclusive breastfeeding, complementary feeding (MP-ASI), and toddler growth monitoring as a means of preventing stunting. This increased public understanding demonstrates that participatory health education is effective in raising public awareness of the importance of the 1000-HPK period for child growth and development. Suggestion: The community, especially pregnant women and mothers with toddlers, is expected to apply the knowledge gained regarding balanced nutrition, exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding (MP-ASI), and regular monitoring of child growth to prevent stunting. Posyandu (Integrated Service Post) cadres, village governments, and local health workers are expected to continue to enhance their roles in providing regular health education to support the sustainability of stunting prevention programs in the community. Keywords: 1000 HPK; Health education; Maternal and child health; Stunting prevention; Stunting Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga diperlukan upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, dan MP-ASI menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting di masyarakat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jerora Satu Kecamatan Sintang pada tanggal 29 Januari 2026. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki balita, kader posyandu, serta keluarga yang memiliki risiko stunting. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab agar peserta lebih aktif dan mudah memahami materi yang meliputi pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui; pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, pencegahan penyakit infeksi melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan pentingnya imunisasi dasar lengkap dan kunjungan antenatal care (ANC). Evaluasi dilakukan dengan observasional melalui pendampingan dalam mempraktikkan kembali materi yang telah diberikan.  Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya periode 1000 HPK, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan balita. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal. Selain itu, kader posyandu memperoleh tambahan pengetahuan terkait edukasi kesehatan ibu dan anak serta pemantauan pertumbuhan balita. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penguatan kesehatan ibu dan anak berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat. Kegiatan yang dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, dan konseling mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta terkait pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan pemantauan pertumbuhan balita sebagai upaya pencegahan stunting. Peningkatan pemahaman masyarakat menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya periode 1000 HPK bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Saran: Bagi masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh terkait pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin guna mencegah terjadinya stunting. Bagi kader Posyandu, Pemerintah desa dan tenaga kesehatan setempat, diharapkan dapat terus meningkatkan perannya dalam memberikan edukasi kesehatan secara rutin untuk mendukung keberlanjutan program pencegahan stunting secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

phc

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami ...