Journal of Public Health Concerns
Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns

Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pendampingan kesehatan mental ibu nifas melalui aromaterapi kunyit

Marleni Marleni (Institut Citra Internasional)



Article Info

Publish Date
21 Feb 2025

Abstract

Background: Postpartum maternal mental health is an often overlooked aspect of maternal health, despite its crucial role in postpartum adaptation. One of the most common psychological disorders experienced by postpartum mothers is baby blues syndrome. Limited knowledge of Posyandu (Integrated Health Post) cadres regarding postpartum maternal mental health and the use of complementary therapies remains a barrier to supporting postpartum mothers in the community. One approach that can be utilized to support postpartum maternal mental health is aromatherapy. Aromatherapy is a method that uses aromas from natural ingredients to provide relaxation, increase comfort, and help reduce anxiety and stress. Purpose: To increase the capacity of Posyandu cadres in providing postpartum maternal mental health support through the use of turmeric-based aromatherapy. Method: A community service activity was conducted on March 15, 2024, in Penagan Village, Mendo Barat District, Bangka Regency. It involved 15 local Posyandu cadres and a collaboration between the community service team from the International Image Institute (ICI) and the village government. Using a participatory and educational approach implemented through counseling, demonstrations, direct practice, and mentoring for Posyandu cadres. The assessment instrument used a questionnaire administered before the activity (pre-test) and after the educational activity (post-test) to determine changes in the level of knowledge of participants after participating in the entire series of activities. In addition, skills evaluation was conducted through direct observation of the cadres' ability to make turmeric-based aromatherapy according to the procedures that have been taught. The evaluation results were used to assess the effectiveness of community service activities in increasing the capacity of Posyandu cadres regarding mental health assistance for postpartum mothers. Results: Demonstrates an increase in cadre knowledge regarding postpartum maternal mental health, baby blues syndrome, and the use of turmeric-based aromatherapy as a complementary therapy. The proportion of cadres with good knowledge increased from 13.4% to 66.6%, while the proportion of cadres with poor knowledge decreased from 53.3% to 6.7%. Meanwhile, the average pre-test score of 61.3 points increased to 84.7 points in the post-test. Conclusion: The training, which combined counseling, demonstration, and hands-on practice methods, proved effective in improving cadre understanding and skills. Community service activities in the form of training on the use of turmeric-based aromatherapy successfully increased the capacity of Posyandu cadres in providing mental health support for postpartum mothers, particularly in their ability to independently prepare turmeric-based aromatherapy according to the procedures provided during the training. Suggestion: It is recommended that cadres who have received this training play a more active role in providing education, support, and assistance to postpartum mothers in the community. The use of turmeric-based aromatherapy can also be an easy-to-implement alternative complementary therapy that leverages the potential of local ingredients available within the community. Similar activities need to be carried out continuously, involving health workers, village governments, and the community to ensure optimal and sustainable efforts to improve the mental health of postpartum mothers. Keywords: Cadre empowerment; Complementary therapy; Integrated Health Post; Postpartum mental health;Turmeric aromatherapy Pendahuluan: Kesehatan mental ibu nifas merupakan salah satu aspek kesehatan maternal yang sering terabaikan meskipun memiliki peran penting dalam proses adaptasi pasca persalinan. Salah satu gangguan psikologis yang paling sering dialami ibu nifas adalah baby blues syndrome. Keterbatasan pengetahuan kader Posyandu mengenai kesehatan mental ibu nifas dan pemanfaatan terapi komplementer masih menjadi kendala dalam upaya pendampingan ibu nifas di masyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kesehatan mental ibu nifas adalah terapi komplementer berupa aromaterapi. Aromaterapi merupakan metode yang menggunakan aroma dari bahan alami untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu mengurangi kecemasan dan stres Tujuan: Untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pendampingan kesehatan mental ibu nifas melalui pemanfaatan aromaterapi berbasis kunyit. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2024 di Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Melibatkan 15 kader Posyandu setempat dan kerja sama antara tim pengabdian dari Institut Citra Internasional (ICI) dengan pemerintah desa. Menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada kader Posyandu. Instrumen penilaian menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test) untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, evaluasi keterampilan dilakukan melalui observasi langsung terhadap kemampuan kader dalam membuat aromaterapi berbasis kunyit sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan. Hasil evaluasi digunakan untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu terkait pendampingan kesehatan mental ibu nifas. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai kesehatan mental ibu nifas, baby blues syndrome, dan pemanfaatan aromaterapi berbasis kunyit sebagai terapi komplementer secara proporsi kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 13.4% menjadi 66.6%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 53.3% menjadi 6.7%.. Sedangkan, nilai rata-rata pre-test sebesar 61.3 poin  meningkat menjadi 84.7 poin pada post-test. Simpulan: Pelatihan yang mengombinasikan metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan aromaterapi berbasis kunyit berhasil meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pendampingan kesehatan mental ibu nifas khususnya kemampuan pembuatan aromaterapi berbasis kunyit secara mandiri dan sesuai prosedur yang telah diberikan selama pelatihan. Saran: Diharapkan kepada kader yang sudah diberikan edukasi untuk berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi, dukungan, serta pendampingan kepada ibu nifas di masyarakat. Pemanfaatan aromaterapi berbasis kunyit juga dapat menjadi salah satu alternatif terapi komplementer yang mudah diterapkan dan memanfaatkan potensi bahan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat agar upaya peningkatan kesehatan mental ibu nifas dapat terlaksana secara optimal dan berkesinambungan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

phc

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami ...