Kemampuan membaca dan menulis yang rendah menarik perhatian banyak kalangan masyarakat dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah serta lembaga pendidikan karena ini dapat memengaruhi kualitas sistem pendidikan di Indonesia. SDN 09 Benteng sebagai salah satu mitra dalam pengabdian masyarakat mengalami penurunan kemampuan literasi di kalangan siswa-siswinya. Beberapa faktor penyebabnya termasuk terbatasnya akses ke sumber belajar yang memadai, minimnya variasi metode pengajaran, dan kurangnya pemanfaatan perpustakaan oleh guru serta siswa. Berdasarkan hal ini, fokus tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah menentukan strategi yang efektif dalam membangun minat literasi siswa di SDN 09 Benteng. Metode pelaksanaan program literasi dilakukan melalui serangkaian kegiatan seperti pengenalan huruf, praktik menulis secara bertahap, serta bimbingan membaca dan menulis yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa dalam waktu 15 hingga 30 menit. Peserta program disesuaikan berdasarkan observasi dan laporan dari mitra. Secara keseluruhan, siswa yang berpartisipasi adalah dari kelas 2 hingga kelas 4 dengan total 12 siswa, dimana 4 siswa yang masih belum mahir dipilih untuk evaluasi. Melalui pelaksanaan program pembiasaan literasi di SDN 09 Benteng, siswa-siswi yang terlibat menunjukkan perubahan positif dengan menunjukkan inisiatif dan semangat untuk mengunjungi perpustakaan guna membaca buku, terutama pada siswa kelas 3.
Copyrights © 2026