Komunikasi penyiaran Islam memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan dakwah, membangun identitas keagamaan, serta merespons dinamika sosial masyarakat. Perkembangan media yang pesat mendorong komunikasi penyiaran Islam untuk beradaptasi dengan berbagai konteks, baik di negara Muslim maupun non-Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan praktik komunikasi penyiaran Islam di negara Muslim dan non-Muslim melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan library research, dengan sumber data berupa artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah relevan. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan pendekatan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi penyiaran Islam di negara Muslim cenderung berkembang dalam lingkungan yang mendukung secara budaya dan struktural, meskipun menghadapi tantangan regulasi dan politisasi. Sementara itu, di negara non-Muslim, komunikasi penyiaran Islam lebih bersifat adaptif, dialogis, dan inklusif sebagai respons terhadap masyarakat multikultural dan posisi umat Islam sebagai minoritas. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi penyiaran Islam yang kontekstual dan moderat sesuai dengan karakteristik sosial masyarakat.
Copyrights © 2026