CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026

Penguatan Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Pendidikan Pancasila sebagai Dampak dari Budaya FoMO (Fear of Missing Out) pada Siswa SMAN Colomadu

Mutiatul Atsna (Universitas Slamet Riyadi)
Anita Trisiana (Universitas Slamet Riyadi)
Ama Farida Sari (Universitas Slamet Riyadi)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Kemajuan teknologi membuat saling terhubung melalui jaringan global, informasi tersebar luas dengan mudah dan cepat di tengah arus globalisasi mulai dari ilmu pengetahuan, budaya, dan gaya hidup, sehingga akan mudah diakses oleh siapa saja, terutama remaja. Hal ini tentunya membawa dampak positif dan negatif bagi semua kalangan, terutama remaja yang masih labil dalam pemanfaatan teknologi, sehingga perlu diterapkan penguatan nilai-nilai nasionalisme melalui pendidikan Pancasila sebagai benteng bagi remaja agar tidak terbawa arus yang dapat berdampak negatif, baik ketergantungan pada penggunaan teknologi maupun dipengaruhi oleh budaya luar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis dan dampak budaya FoMO (Fear of Missing Out) yang dialami oleh siswa SMA Colomadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Colomadu sering mengikuti tren saat ini namun siswa dapat membatasi diri dan tetap menghargai produk lokal, nilai-nilai tersebut dapat terjadi tentunya karena kebiasaan yang selalu ditanamkan dan diperkuat melalui pendidikan Pancasila. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berperan sebagai ideologi nasional dan alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki potensi untuk dikenalkan sebagai alternatif pandangan dunia yang seimbang. Dengan demikian, perlu adanya Penguatan nilai-nilai Nasionalisme melalui pendidikan Pancasila.Technological advances make interconnected through global networks, information is widely disseminated easily and quickly in the midst of the flow of globalization ranging from science, culture, and lifestyle, so that it will be easily accessible to anyone, especially teenagers. This certainly has a positive and negative impact on all circles, especially teenagers who are still labile in the use of technology, so it is necessary to apply the strengthening of nationalism values through Pancasila education as a fortress for teenagers so that they are not carried away by currents that can have a negative impact, both dependence on the use of technology and being influenced by outside culture in daily life. This study aims to find out and identify the types and impacts of FoMO (Fear of Missing Out) culture experienced by Colomadu High School students. The results of the study show that Colomadu High School students often follow current trends but students can limit themselves and still appreciate local products, these values can occur, of course, because of habits that are always instilled and strengthened through Pancasila education. The conclusion of this study emphasizes that Pancasila not only plays a role as a national ideology and a unifying tool of the Indonesian nation, but also has the potential to be introduced as an alternative to a balanced worldview. Thus, it is necessary to strengthen the values of Nationalism through Pancasila education

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

CIVICUS

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Civicus merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram dengan e-ISSN 2614-509X dan p-ISSN 2338-9680. Adapun kajian publikasi jurnal Civicus yakni (1) Ilmu ...