Artikel ini mengkaji integrasi pendekatan sosiologis dan antropologis dalam studi Islam, menawarkan kerangka metodologis yang komprehensif untuk memahami Islam sebagai fenomena sosial dan budaya yang kompleks. Pendekatan sosiologis menekankan analisis praktik keislaman dalam struktur sosial, mengkaji bagaimana ajaran agama berinteraksi dengan realitas sosial dan memengaruhi dinamika masyarakat. Sementara itu, pendekatan antropologis memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Islam dipraktikkan dan dihayati dalam konteks budaya yang beragam, mengeksplorasi makna simbolik, interaksi sosial, dan konflik dalam komunitas Muslim. Melalui kajian literatur terhadap publikasi terkini (2020-2025), penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang fenomena keislaman kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa integrasi metodologis ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan subdisiplin baru seperti sosiologi Islam, antropologi Islam, dan studi Living Qur'an dan Living Hadith. Lebih lanjut, pendekatan terintegrasi ini memberikan wawasan praktis untuk merumuskan kebijakan sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan kontemporer, termasuk integrasi Muslim di negara-negara Barat, revivalisme Islam, dan dinamika identitas dalam konteks multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendekatan sosiologis dan antropologis sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara studi Islam normatif dan empiris.
Copyrights © 2026