Penelitian ini membahas tinjauan kritis konsep hermeneutika modern yang dikembangkan oleh Friedrich Schleiermacher dalam perspektif kaum Pentakostal. Schleiermacher dalam hermeneutikanya menekankan interpretasi gramatikal dan psikologis dalam proses penafsiran, dengan tujuan menghadirkan pemahaman yang setia terhadap maksud penulis asli. Namun, interpretasi ini menimbulkan persoalan ketika dihadapkan dengan keyakinan teologis Pentakostal yang menekankan otoritas mutlak Alkitab serta peran Roh Kudus dalam penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang terkait dengan topik. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa pertama, pentingnya menjunjung tinggi otoritas Alkitab sebagai Firman Allah. Alkitab tidak dapat disejajarkan dengan teks lain yang bersifat sekuler, sehingga membuka kemungkinan pengaburan terhadap sifatnya yang ilahi. Kedua, pentingnya menekankan dimensi Pneumatologis dalam hermeneutika. Firman bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk dialami dan dihidupi. Gereja masa kini dipanggil untuk tidak menjadikan tafsir Alkitab sebagai urusan pribadi semata, tetapi sebagai bagian dari kekayaan karya Roh Kudus di tengah komunitas. Dengan demikian, gereja dapat menjaga agar penafsiran tidak menyimpang ke arah subjektivisme yang berlebihan, sekaligus menghidupi Firman dalam praksis nyata yaitu dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026