Gim ini dibuat oleh pengembang Amerika, tetapi musiknya menggunakan musik Indonesia, yaitu musik Bali. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan ragam ekspresi yang didapat saat bermain gim serta elemen musiknya. Menggunakan metode kualitatif dengan teori umpan balik wajah serta analisis musik dan ekspresi wajah. Data dikumpulkan dengan observasi dan studi literatur sebagai bahan acuan yang berkaitan dalam penelitian ini. Observasi dilakukan dengan mengamati pola ekspresi wajah para pemain gim dan mencatatnya. Studi kepustakaan dengan cara menjelajahi artikel-artikel ilmiah guna menambah wawasan tentang objek yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi yang didapatkan pada gim Kena Bridge of Spirits didominasi oleh ekspresi senang, marah, terkejut dan jijik. Serta dalam musik latar gim ini ditemukan menggunakan sepuluh alat musik tradisional, yaitu: rindik, jublag, kempur, suling, ceng-ceng kecek, reyong, gangsa, kendang, gong dan kempli.
Copyrights © 2026