Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kertas seni berbasis limbah serat ampas sagu sebagai alternatif substitusi terhadap serat kayu dalam proses pembuatan kertas konvensional. Residu seluler berupa empulur sagu berserat (ampas) yang dihasilkan sebagai limbah dari proses ekstraksi pati sagu memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas seni. Pemanfaatan limbah biomassa dari hasil pengolahan pati sagu dilakukan melalui beberapa tahapan pengolahan, meliputi pencucian, pengayakan, serta perendaman dalam larutan kimia seperti Natrium Hidroksida (NaOH), Kalsium Karbonat (CaCO₃), Polyvinyl Acetate (PVAc), serta pencetakan kertas menggunakan media kerangka kayu yang terbuat dari kain monyl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kertas seni berbasis limbah serat ampas sagu memiliki ketahanan yang cukup baik, daya serap yang optimal, serta kompatibilitas yang tinggi dengan jenis cat berbasis minyak sebagai bahan alternatif ramah lingkungan untuk media lukis. Uji kuat sobek kertas berbahan limbah ampas sagu mengindikasikan bahwa struktur serat yang relatif tebal dan panjang memberikan ketahanan yang cukup baik terhadap propagasi retakan, sedangkan ketahanan lipat menunjukkan tingkat fleksibilitas yang memadai meskipun terjadi penurunan performa setelah beberapa siklus pelipatan yang berkaitan dengan kerapuhan struktur akibat distribusi serat yang tidak merata. Potensi material kertas limbah serat ampas sagu sebagai bahan baku tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah, tetapi juga mendukung upaya konservasi lingkungan dalam perkembangan industri kerajinan lokal berbasis seni lukis.
Copyrights © 2026