Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah usaha gula semut berbasis Hutan Produksi Rakyat (HPR) di Desa Rambah, Kabupaten Rokan Hulu menggunakan Metode Hayami. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025 dengan objek penelitian berupa usaha pengolahan nira aren menjadi gula semut. Data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan data sekunder dari berbagai literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Hayami untuk mengetahui besarnya nilai tambah, pendapatan, keuntungan, serta distribusi faktor produksi dalam usaha gula semut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan 200 liter nira menghasilkan 24 kg gula semut dengan faktor konversi sebesar 0,12. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp1.550 per liter dengan rasio nilai tambah mencapai 51,67% sehingga tergolong tinggi. Keuntungan usaha sebesar Rp350 per liter dengan tingkat keuntungan 11,67%. Sebagian besar nilai tambah dialokasikan untuk tenaga kerja sebesar 77,42%, sehingga usaha ini tergolong padat karya dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Secara keseluruhan, usaha gula semut berbasis HPR memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai agroindustri pedesaan berkelanjutan.
Copyrights © 2026