Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengajaran yang relevan bagi santriwati Generasi Alpha di Madrasah Diniyah dalam menghadapi tantangan disrupsi digital. Generasi Alpha memiliki profil kognitif yang unik karena sangat bergantung pada stimulus visual dan interaksi instan. Kondisi ini menyebabkan metode pembelajaran tradisional yang bersifat pasif dan monoton cenderung menurunkan motivasi belajar serta menghasilkan pemahaman yang dangkal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap jurnal ilmiah bereputasi dan buku teks, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang bersifat interpretatif serta disintesis melalui triangulasi sumber untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi metode pembelajaran tradisional merupakan sebuah keharusan strategis. Inovasi yang ditawarkan meliputi digitalisasi tradisi melalui sorogan digital dan bandongan interaktif hybrid, penerapan gamifikasi dan micro-learning dengan sistem penghargaan, proyek kreatif berbasis aplikasi seperti Canva dan CapCut, serta pemanfaatan ekosistem digital untuk mendukung pembelajaran mandiri (self-paced learning). Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan Madrasah Diniyah dalam mendidik Generasi Alpha terletak pada kemampuan menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kedalaman spiritualitas. Dengan transformasi yang bijak, Madrasah Diniyah tetap relevan sebagai benteng akhlak yang mampu mencetak generasi muslimah yang cerdas secara teknologi sekaligus kokoh secara iman dan etika.
Copyrights © 2026