Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi
Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli

Green Human Resource Management dan Organizational Citizenship Behavior for Environment: Menelusuri Peran Ganda (Double-Edged) Work Stress

Silva Dorista (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Roby Sambung (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Injilly Karmetha (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Rina Aprilianti (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Yeri Santika (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Palangka Raya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Green Human Resource Management (GHRM) telah berkembang menjadi paradigma strategis untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam praktik manajemen sumber daya manusia. Meskipun GHRM secara konsisten dikaitkan dengan penguatan Organizational Citizenship Behavior for the Environment (OCBE), peran ambivalen work stress dalam relasi tersebut belum terpetakan secara memadai. Dengan menyintesis 78 artikel terindeks Scopus, Web of Science, dan Emerald Insight (2015-2024) menggunakan protokol PRISMA 2020, studi ini memadukan sintesis tematik dengan pemetaan sains bibliometrik. Bukti yang terkumpul menegaskan hubungan positif GHRM OCBE yang kuat melalui jalur motivasi intrinsik, identitas hijau, dan pertukaran sosial. Namun secara paralel, GHRM juga membangkitkan work stress yang benar-benar bermata dua: eustress hijau mengakselerasi perilaku ekologis sukarela, sedangkan distress kronis yang termanifestasi sebagai emotional exhaustion, eco-fatigue, dan green burnout melemahkan OCBE secara signifikan. Arah pengaruh tersebut bersifat kontingen pada kualitas kepemimpinan, iklim organisasi hijau, serta sumber daya psikologis karyawan. Secara teoretis, artikel ini mengembangkan kerangka integratif yang memadukan Conservation of Resources (COR) dan Social Exchange Theory (SET), sekaligus menyoroti keterbatasan metodologis yang persisten dominasi desain lintas-seksi, common method bias, serta minimnya bukti longitudinal dan eksperimental yang membingkai agenda riset ke depan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

PARADOKS

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal ini memuat tulisan ilmiah dalam bentuk hasil penelitian, kajian teori dan aplikasi teori, gagasan konseptual, resensi buku baru dan bibliografi. Tulisan-tulisan yang dimuat telah melalui proses penyuntingan seperlunya oleh penerbit dengan tanpa mengubah substansi sesuai naskah aslinya. ...