Dua inovasi yang selama ini berjalan di jalur yang berbeda,pembelajaran adaptif berbasis AI dan pendidikan lingkungan melalui eco-friendly school,sesungguhnya menyimpan semangat pedagogis yang sama: penghormatan terhadap keunikan setiap anak dan keyakinan bahwa belajar yang bermakna harus terjadi melalui pengalaman nyata. Kajian ini mempertemukan keduanya dalam konteks PIAUD Indonesia, dengan nilai-nilai Islam sebagai tali pengikat. Melalui pendekatan studi literatur konseptual-integratif, ditemukan bahwa: AI adaptif yang paling efektif adalah yang meningkatkan kemampuan guru memahami anak,bukan yang menggantikan interaksi manusiawi; interaksi langsung anak dengan alam secara konsisten menghasilkan dampak perkembangan yang jauh melampaui pendekatan kelas konvensional; dan kerangka Islam justru memperkaya keduanya dengan dimensi spiritual dan etis yang tidak dimiliki pendekatan sekuler. Kajian merekomendasikan model kurikulum PIAUD terpadu yang menempatkan alam sebagai laboratorium utama, AI sebagai alat asesmen yang selektif, dan tauhid sebagai fondasi yang memberi makna pada segalanya.
Copyrights © 2026