Grobogan adalah salah satu wilayah dengan prevalensi perempuan menikah dan hamil pada usia anak (kurang dari 19 tahun) yang tertinggi di Jawa Tengah. Perkawinan usia anak menjadi fenomena sosial yang berkaitan erat dengan norma dan perilaku dalam keluarga, orang tua menjadi faktor penguat terjadinya perkawinan usia anak. Intervensi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan model psikoedukasi orang tua. Tujuan psikoedukasi untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan penyadaran terkait pentingnya pendewasaan usia perkawinan kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah desain pre experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Intervensi yang diterapkan adalah model psikoedukasi bagi orang tua dengan bentuk kegiatan yaitu edukasi pencegahan perkawinan usia anak bagi orang tua, dan pendampingan keluarga rawan. Kegiatan diikuti oleh 25 orang ibu yang memiliki anak perempuan usia 13-16 tahun di desa Sedayu kecamatan Grobogan kabupaten Grobogan. Hasil intervensi psikoedukasi orang tua di desa mitra dapat meningkatkan pengetahuan (p value 0,001), meningkatkan sikap ibu (p value 0,002). Intervensi ini juga berhasil menumbuhkan niat orang tua untuk berkomitmen dalam pencegahan perkawinan usia dini melalui peningkatan perhatian, komunikasi pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka. Psikoedukasi dapat menjadi solusi pencegahan perkawinan anak.
Copyrights © 2026