Maria Ulfa Nur Hidayanti
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Psikoedukasi pada Orang Tua untuk Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Niat dalam Pendewasaan Usia Perkawinan Muhammad Azinar; Arulita Ika Fibriana; Maria Ulfa Nur Hidayanti; Jazilatul Ulya; Fiola Muhtia Cemara; Talitha Ivana Ramadhanti; Ardheta Heru Mahartiko
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28422

Abstract

Grobogan adalah salah satu wilayah dengan prevalensi perempuan menikah dan hamil pada usia anak (kurang dari 19 tahun) yang tertinggi di Jawa Tengah. Perkawinan usia anak menjadi fenomena sosial yang berkaitan erat dengan norma dan perilaku dalam keluarga, orang tua menjadi faktor penguat terjadinya perkawinan usia anak. Intervensi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan model psikoedukasi orang tua. Tujuan psikoedukasi untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan penyadaran terkait pentingnya pendewasaan usia perkawinan kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah desain pre experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Intervensi yang diterapkan adalah model psikoedukasi bagi orang tua dengan bentuk kegiatan yaitu edukasi pencegahan perkawinan usia anak bagi orang tua, dan pendampingan keluarga rawan. Kegiatan diikuti oleh 25 orang ibu yang memiliki anak perempuan usia 13-16 tahun di desa Sedayu kecamatan Grobogan kabupaten Grobogan. Hasil intervensi psikoedukasi orang tua di desa mitra dapat meningkatkan pengetahuan (p value 0,001), meningkatkan sikap ibu (p value 0,002). Intervensi ini juga berhasil menumbuhkan niat orang tua untuk berkomitmen dalam pencegahan perkawinan usia dini melalui peningkatan perhatian, komunikasi pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka. Psikoedukasi dapat menjadi solusi pencegahan perkawinan anak.
Determinan Psikososial dan Individu terhadap Perilaku Berkendara pada Mahasiswa di Jayapura: Studi Potong Lintang Menggunakan Teori Perilaku Terencana Brema JK Damanik; Nimbrot Walianggen; Maria Ulfa Nur Hidayanti
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.33725

Abstract

Latar Belakang Perilaku berkendara berisiko di kalangan mahasiswa merupakan tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Jayapura, Indonesia, di mana penggunaan sepeda motor sangat luas sementara penegakan hukum lalu lintas masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor individu dan psikosial terhadap perilaku berkendara menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Metode: Studi menerapkan desain potong lintang dengan responden adalah 76 mahasiswa di Jayapura. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup aspek sikap, norma yang dirasakan, efikasi diri, motivasi pengendalian diri, dan pengetahuan berkendara. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk mengidentifikasi prediktor yang signifikan. Hasil: Pengendara berjenis kelamin laki-laki (AOR = 7,235; 95% CI: 1,914–27,350; p = 0,004), pengalaman berkendara sejak usia <17 tahun (AOR = 7,100; 95% CI: 1,808–27,891; p = 0,005), efikasi diri rendah (AOR = 6,280; 95% CI: 1,083–36,401; p = 0,040), dan pengetahuan lalu lintas kurang baik (AOR = 0,240; 95% CI: 0,061–0,943; p = 0,041) berasosiasi signifikan dengan perilaku berkendara berisiko. Sikap dan norma yang dirasakan tidak berasosiasi secara signifikan dengan perilaku tersebut. Kesimpulan: Perilaku berkendara berisiko di kalangan mahasiswa lebih banyak berasosiasi dengan karakteristik individu dan kompetensi psikologis dibandingkan dengan sikap atau norma sosial. Intervensi sebaiknya difokuskan pada peningkatan efikasi diri dan pendidikan lalu lintas yang terarah, terutama bagi pengendara laki-laki muda yang telah terbiasa menggunakan sepeda motor sejak dini.
Faktor Risiko Perilaku yang Berhubungan dengan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Teluk Bintuni Haposan Simatupang; Brema JK Damanik; Maria Ulfa Nur Hidayanti
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.36663

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan beban tinggi di Indonesia. Selain dipengaruhi faktor lingkungan dan sosial ekonomi, perilaku individu turut berperan dalam penularan dan perkembangan TB. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian TB paru di Kabupaten Teluk Bintuni. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan 210 responden yang dipilih melalui random sampling dari 16 puskesmas pada Maret–April 2025. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Analisis meliputi uji Chi-square untuk hubungan bivariat dan regresi logistik untuk menentukan prediktor dominan pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Prevalensi TB paru adalah 43,8%. Perilaku responden meliputi riwayat kontak serumah (39,5%), kontak sosial (28,1%), kebiasaan mengunyah pinang (62,9%), tidur tidak teratur (35,2%), meludah sembarangan (63,8%), dan tidak membuka jendela secara rutin (69%). Kontak sosial (p=0,015) dan mengunyah pinang (p=0,049) berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru. Analisis multivariat menunjukkan kontak sosial sebagai prediktor paling dominan (p=0,019; OR=0,454; 95% CI: 0,235–0,878). Kesimpulan: Kontak sosial dan kebiasaan mengunyah pinang merupakan prediktor perilaku signifikan terhadap kejadian TB paru, dengan kontak sosial sebagai faktor paling dominan. Intervensi pencegahan perlu difokuskan pada edukasi perubahan perilaku, pengurangan kebiasaan berisiko, serta penguatan deteksi dini melalui surveilans pada kelompok dengan interaksi sosial tinggi.