Nilai daya jual rendah dan keberadaan serat sabut kelapa yang melimpah di pesisir laut terutama di daerah Klirong, Kebumen. Serat sabut kelapa digunakan pada beberapa produk industri kreatif seperti topi, tas, dan keset lantai. Kayu balsa banyak digunakan pada berbagai kebutuhan furnitur rumah karena memiliki massa yang ringan dan harga murah. Program Pengabdian Unggulan Universitas ini bertujuan untuk melakukan pendampingan warga dalam pengembangan material serat sabut kelapa untuk pembuatan produk meja dan kursi menggunakan papan komposit sandwich yang berlokasi di Tuguran, Magelang Utara. Bahan komposit digunakan pada program pengbadian ini yaitu serat sabut kelapa, kayu balsa, resin unsaturated polyester serta katalis. Rangka meja dan kursi menggunakan material baja hollow ST37. Metode pembuatan produk komposit sandwich berpenguat serat sabut kelapa fraksi volume serat 20% dengan core kayu balsa tebal 10 mm dibuat dengan metode cetak tekan menghasilkan energi serat 0,87 J dan ketangguhan impak 0,0176 J/mm². Perakitan rangka meja dan kursi menggunakan metode pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 100 A. Hasil pembuatan produk menunjukkan bahwa komposit sandwich dengan metode cetak tekan menghasilkan papan komposit sandwich dengan sedikit void dan tidak terjadi delaminasi atau cacat. Pengelasan minim cacat pada parameter arus 100 ampere, sehingga rangka kursi kuat menahan beban sampai 100 kg yang sudah diuji coba diduduki langsung oleh warga. Pendampingan pembuatan meja dan kursi komposit memberikan manfaat berupa kemampuan warga dalam soft skill dan hard skill dalam pembuatan produk meja dan kursi komposit sandwich yang memiliki daya jual dan kebermanfaatan tinggi.
Copyrights © 2026