Kebijakan Kawasan Bebas Asap Asap (SFA) merupakan upaya penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari efek berbahaya asap rokok, khususnya di dalam lembaga pemerintah. Namun, kepatuhan karyawan terhadap kebijakan Kawasan Bebas Rokok di Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru masih dinilai rendah. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kepatuhan karyawan adalah penerapan sanksi atas pelanggaran kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara sanksi dan kepatuhan karyawan terhadap kebijakan Kawasan Bebas Rokok di Kantor PP Satpol Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini melibatkan 238 pegawai di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru, dengan sampel 130 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,4% responden tidak mematuhi kebijakan Kawasan Bebas Rokok, sedangkan 59,2% tidak setuju dengan penerapan sanksi. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara sanksi dan kepatuhan karyawan dengan nilai p 0,050 (≤0,05). Kesimpulannya, sanksi memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan karyawan terkait kebijakan Kawasan Bebas Rokok di Kantor PP Satpol Kota Pekanbaru.
Copyrights © 2026