Penelitian ini mengkaji relasi antara dalang, penggender, dan sindhen dalam karawitan pakeliran Jawatimuran gaya Porongan sebagai sistem komunikasi komunal yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi pertunjukan dan analisis interaksional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku pakeliran di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tidak berlangsung secara linear, melainkan bersifat sirkular melalui isyarat musikal, gestural, dan simbolik. Dalang berperan sebagai pengarah struktur, penggender sebagai mediator musikal, dan sindhen sebagai subjek aktif yang turut membentuk suasana dan makna pertunjukan. Keberhasilan komunikasi ditopang oleh memori kolektif, pengalaman bersama, dan kepekaan musikal. Meskipun terdapat improvisasi, praktik tetap berada dalam batasan pakem, sehingga tercipta keseimbangan antara tradisi dan kreativitas. Penelitian ini menegaskan bahwa karawitan pakeliran merupakan praktik komunikasi sosial yang dibangun secara kolektif dalam konteks pertunjukan.
Copyrights © 2026