Pembelajaran seni tradisional di Sanggar Seni Candrasiswa Mojokerto selama ini cenderung monoton dan bersifat imitatif sehingga kreativitas dan keterlibatan peserta didik terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis proyek melalui pembuatan sajian pembukaan pakeliran yang melibatkan kelompok tari, karawitan, dan pedalangan, serta menganalisis dampaknya terhadap keterlibatan, kreativitas, dan kompetensi sosial peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan di Sanggar Seni Candrasiswa Mojokerto. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi berupa catatan latihan, rancangan sajian, hingga foto pertunjukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, kategorisasi, dan penyajian tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu mengubah pola pembinaan dari peniruan menjadi perancangan karya kolaboratif, meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan keterampilan berkolaborasi peserta didik, serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator. Proses ini juga menumbuhkan kesadaran budaya, kepercayaan diri, dan tanggung jawab sosial peserta, sehingga pembelajaran seni tradisional di sanggar menjadi lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik.
Copyrights © 2026