Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah lanskap komunikasi manusia, termasuk dalam konteks pendidikan. Platform media sosial seperti Instagram, YouTube, WhatsAppp, dan Tiktok bukan lagi sekedar alat hiburan, tetapi telah menjadi potensi media yang signifikan untuk berbagi pengetahuan dan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang menekankan penggunaan masalah nyata sebagai media pembelajarannya. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi konseptual aturan media sosial dengan model PBL sebagai pendekatan pembelajaran inovatif dalam pendidikan kontemporer. Melalui metode kajian literatur, studi ini mengeskplorasi bagaimana media sosial dapat mendukung tahapan PBL, meliputi identifikasi masalah, pencarian informasi, diskusi kritis peserta didik, menumbuhkan budaya belajar kolaboratif, serta meningkatkan keterlibatan belajar. Namun demikian, seperti distraksi digital, validitas informasi, dan literasi digital perlu diperhatikan secara seksama dalam implementasinya. Temuan ini memberikan landasan bagi para pendidik yang ingin mengintegrasikan media sosial dalam pembelajaran berbasis masalah PBL dan pengembangan kebijakan pendidikan berbasis teknologi untuk memaksimalkan potensi media sosial dalam mendukung pembelajaran berbasis masalah di era digital.
Copyrights © 2026