Kompleksitas kehidupan berpengaruh dengan keadaan psikis mahasiswa Generasi Z, terutama mengenai quarter-life crisis dan kecemasan masa depan. Faktor desakan dari eksternal maupun internal mampu berdampak pada narasi negatif dan kegagalan individu. Hal tersebut didukung oleh keberadaan literatur yang mengemukakan Generasi Z mengalami kecemasan terkait masa depan, ketidaksesuaian antara harapan dan tuntutan tanggung jawab pada masa dewasa awal, yang belum mampu dikelola secara optimal oleh individu. Fenomena tersebut tidak sesuai dengan poin SDGs mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi naratif dalam mengatasi permasalahan quarter-life crisis pada mahasiswa Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka yang berasal dari artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang sesuai dengan topik kecemasan, quarter-life crisis, serta intervensi atau pelaksanaan terapi naratif. Hasil analisis literatur mengemukakan bahwa terapi naratif merupakan cara yang efektif dalam mengeksplorasi, merefleksikan, dan merekonstruksi kembali kisah hidup individu secara lebih adaptif. Terapi naratif memiliki teknik Dekonstruksi dan eksternalisasi, penulisan ulang, dan pencarian hasil yang unik. Maka dari itu penerapan konseling naratif mampu diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026