Kekerasan dalam relasi pasangan yang belum menikah merupakan masalah yang semakin meningkat dan berdampak serius pada kesehatan mental remaja dan dewasa muda, karena sering tersamarkan sebagai bentuk kasih sayang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak psikologis, serta upaya preventif dalam mengatasi trauma psikologis pada korban. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 25 artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan mencakup aspek psikologis, fisik, seksual, dan ekonomi, dengan kekerasan psikologis sebagai bentuk yang paling dominan. Faktor penyebab melibatkan interaksi antara faktor internal, seperti rendahnya harga diri dan ketergantungan emosional, serta faktor eksternal seperti budaya patriarki dan norma sosial yang permisif. Dampaknya meliputi gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan PTSD, serta perubahan neurobiologis akibat stres traumatis. Upaya preventif meliputi edukasi relasi sehat, deteksi dini perilaku abusif, serta intervensi psikologis dan dukungan sosial. Selain itu, resiliensi dan regulasi emosi berperan sebagai faktor protektif dalam proses pemulihan korban. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan preventif yang holistik dalam penanganan trauma psikologis. Dengan demikian, upaya preventif dan holistik penting untuk mengurangi trauma psikologis pada korban kekerasan dalam relasi pasangan.
Copyrights © 2026