Era disrupsi 4.0 disebabkan oleh revolusi industri keempat yang dapat mempengaruhi pada perubahan fundamental dalam dunia Pendidikan. Dalam era disrupsi sekarang guru Bimbingan dan Konseling (BK) menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari kesenjangan literasi digital khususnya pada guru BK senior hingga pada beban kerja yang tidak ideal serta stigma negatif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait kompetensi strategis yang harus dimiliki oleh guru BK agar tetap relevan dan mampu dalam memberikan layanan yang berkualitas di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dengan rentang artikel tahun 2016 – 2026. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui Google Scholar. Hasil penelitian yang didapatkan adalah kompetensi guru BK di era disrupsi terbagi menjadi ke dalam empat dimensi utama: (1) Dimensi Teknologi, guru BK wajib menguasai Technology, Paedagogy, Content, and Knowledge (TPACK) dalam mewujudkan layanannya ke dalam bentuk digital; (2) Dimensi Pedagogi Inovatif, guru BK dituntut untuk dapat menerapkan berbagai pola layanannya berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kedalam layanannya seperti penerapan pola hybrid learning dan pendekatan konstruktivistik berbasis TIK; (3) Dimensi Karakter dan Kepribadian, guru BK harus mampu menjadi pembelajar seumur hidup yang memiliki kemampuan adaptasi yang cepat dan memiliki nilai spiritualitas yang kuat, jujur, tanggung jawab; (4) Dimensi sosial dan Multikultural, guru BK harus memiliki kecakapan literasi manusia dalam memahami keragaman budaya dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Copyrights © 2026