Penelitian ini membahas representasi perempuan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala menggunakan pendekatan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterkungkungan perempuan dalam budaya patriarki serta perjuangan tokoh perempuan dalam memperoleh kebebasan dan eksistensi diri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat. Data penelitian berupa kutipan dialog dan narasi yang berkaitan dengan kehidupan tokoh perempuan dalam novel. Analisis dilakukan menggunakan konsep feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir, yaitu the Other, immanence, dan transcendence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel mengalami berbagai bentuk tekanan patriarki, seperti subordinasi, pembatasan peran sosial, dan domestikasi perempuan. Tokoh Purwanti digambarkan sebagai perempuan yang masih terkungkung dalam immanence karena hidup dalam tekanan sosial dan budaya patriarki. Tokoh Rukayah menunjukkan konflik eksistensial melalui pergulatan identitas dan usahanya mempertahankan kebebasan diri di tengah tuntutan masyarakat. Sementara itu, Dasiyah menjadi tokoh yang paling dominan mencapai transcendence karena mampu melampaui batas patriarki melalui keberanian, kemandirian, dan keterlibatannya dalam dunia usaha kretek. Penelitian ini menunjukkan bahwa teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir relevan digunakan untuk mengkaji perjuangan perempuan dalam sastra Indonesia karena mampu menjelaskan posisi perempuan dalam budaya patriarki dan proses perempuan dalam mencapai kebebasan eksistensial.
Copyrights © 2026