Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi kebijakan distribusi pangan di Kabupaten Gorontalo Utara, Indonesia. Metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) digunakan dengan menggabungkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk 2024-2025 dan simulasi data primer dari 150 responden dari empat kelompok. Statistik deskriptif menunjukkan dikotomi: Akses Fisik ke makanan dinilai tinggi (rata-rata 4,2), tetapi Stabilitas Harga (rata-rata 2,4) dan Keterjangkauan (rata-rata 2,5) dinilai rendah. Analisis Regresi Linier Berganda membuktikan bahwa Stabilitas Harga (β=0,452) adalah faktor paling dominan yang menentukan kepuasan publik. Kegagalan ini disebabkan oleh lonjakan harga yang ekstrem (cabai mencapai Rp 69.800/kg) dan tingginya kesenjangan harga antar kecamatan pedesaan. Rekomendasi kebijakan utama adalah penerapan Subsidi Logistik Terfokus untuk menghilangkan ketidakadilan harga di daerah terpencil dan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk komoditas volatile food.
Copyrights © 2026