Keberhasilan tugas TNI Angkatan Laut sangat bergantung pada kesiapan dan distribusi beban kerja unsur operasionalnya, khususnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) kelas Xombok Yolo Zimor (XYZ). Fenomena saat ini menunjukkan adanya ketimpangan pemanfaatan unsur XYZ; di satu sisi, KRI kelas XYZ di Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada ABC cenderung memiliki frekuensi operasi yang minim, sementara di sisi lain, tingginya intensitas operasi di Komando Lintas DEF (Kolin DEF) mengakibatkan tingginya jam layar kapal yang berdampak pada siklus pemeliharaan. Kondisi ini sering kali memaksa dilakukannya BKO (Bawah Kendali Operasi) unsur Satfib Koarmada ABC secara situasional yang belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi peran KRI kelas XYZ melalui penguatan kolaborasi lintas Komando Utama (Kotama) antara Koarmada ABC dan Kolin DEF. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis gabungan AHP-SWOT. Pendekatan analisis Analytic Hierarchy Process (AHP) pada tahap awal untuk menentukan bobot prioritas kriteria strategis berdasarkan persepsi pakar. Hasil pembobotan dari AHP tersebut kemudian digunakan sebagai pedoman dalam analisis tahap selanjuntya yaitu SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi organisasi dan merumuskan alternatif strategi yang aplikatif. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa rekomendasi pola kolaborasi yang integratif dalam aspek penjadwalan operasi dan pemeliharaan. Dengan sinergitas lintas Kotama, diharapkan beban kerja KRI kelas XYZ dapat terdistribusi secara proporsional, memperpanjang usia pakai alutsista, dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas dukungan logistik serta proyeksi kekuatan TNI Angkatan Laut secara keseluruhan.
Copyrights © 2026