Tohonan Evangelista Siagian
Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor Kunci Keberhasilan XYZ dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Laut Dwi Agus Setyawan; Hardiman Hardiman; Beben Afendi; Tohonan Evangelista Siagian
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15720

Abstract

Keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan yurisdiksi nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia sejak tahap rekrutmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kunci keberhasilan (key success factors) dalam proses XYZ TNI AL guna menghasilkan personel yang profesional, modern, dan tangguh. Fenomena perubahan karakteristik generasi muda dan tantangan teknologi digital menuntut transformasi dalam sistem seleksi yang selama ini berjalan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif yang terintegrasi. Tahap pertama dilakukan dengan wawancara mendalam kepada para pakar personel dan pemangku kepentingan di lingkungan Dinas ABC. Data kualitatif tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo melalui proses coding, project map, tree map, dan word cloud untuk mengekstraksi faktor-faktor berpengaruh. Tahap kedua menggunakan metode Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan struktur hubungan hierarkis antar variabel dan menentukan variabel kunci yang memiliki daya gerak (driving power) paling kuat. Terakhir, analisis SWOT dilakukan untuk merumuskan strategi optimal berdasarkan posisi organisasi saat ini. Hasil penelitian diharapkan mampu mengidentifikasi variabel utama seperti peningkatan kelayakan sarana prasarana rekrutmen, transparansi sistem seleksi, pemanfaatan teknologi informasi, dan kualitas SDM penguji, yang saling berinteraksi dalam menentukan efektivitas rekrutmen. Model yang dihasilkan memberikan arah strategis bagi pimpinan TNI AL dalam memprioritaskan perbaikan elemen rekrutmen yang paling berdampak sistemik. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa penguatan pada faktor driver dalam model ISM akan mampu memperbaiki kualitas output prajurit, yang pada akhirnya mendukung kesiapan operasional TNI AL.
Analisis Strategi Operasi Pengamanan Perairan Sektor XYZ Guna Menanggulangi Kasus Smuggling dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Laut Rafael Bimantoro Putro; Abdul Kadir Mulku; Jaka Lelana; Tohonan Evangelista Siagian
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15721

Abstract

Luasnya cakupan wilayah nusantara dan beragamnya pilihan jalur masuk dan keluar yang harus diawasi dan dikendalikan, juga berdampak pada tindak pidana smuggling. Meningkatnya permintaan negara lain akan sumber daya alam sebagai bahan baku industri, keadaan ekonomi domestik yang belum mampu bersaing dengan impor, kemauan dan kapasitas aparat penegak hukum, kurangnya keterlibatan warga negara dalam koordinasi pemerintah, dan sejumlah faktor lain yang berhubungan secara kausal untuk mendorong konsumsi produk lokal, isu smuggling di laut harus ditangani dari sudut pandang preventif, represif, dan penegakan hukum. Perairan Indonesia yang luas merupakan wilayah strategis sekaligus rentan terhadap aktivitas ilegal, khususnya penyelundupan (smuggling) yang mengancam kedaulatan dan ekonomi nasional. Penegakan hukum di laut sering kali menghadapi kendala berupa keterbatasan alutsista, tumpang tindih kewenangan antarinstansi, serta terbatasnya dukungan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menetapkan prioritas strategi operasi pengamanan perairan guna menghadapi kasus penyelundupan melalui pendekatan pengambilan keputusan multikriteria. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menerapkan Analytic Hierarchy Process (AHP) serta didukung oleh analisis sensitivitas untuk menguji keandalan hasil yang diperoleh. Pengambilan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan panel ahli yang diintegrasikan dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Kriteria utama yang digunakan dalam model AHP meliputi kapabilitas operasional, kolaborasi kelembagaan, manajemen risiko, dan dukungan logistik & anggaran. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan para narasumber terkait baik dari Koarmada YZ, Kodaeral DEF, dan Lanal ABC. Hasil penelitian mengidentifikasi empat alternatif strategi, yaitu strategi SO (agresif), ST (diversifikasi), WO (stabilitas), dan WT (defensif). Hasil analisis diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis bagi pengambil kebijakan dalam mengoptimalkan sumber daya pengamanan perairan untuk menekan angka kasus smuggling secara signifikan dan berkelanjutan.
Strategi Kolaborasi Kolin DEF Dan Koarmada ABC Dalam Mengoptimalkan Penggunaan Kri Kelas XYZ Untuk Operasi Angkutan Laut Militer Agus Apriliyanto; Soemartono Soemartono; Panji Agung Nugroho; Tohonan Evangelista Siagian
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10661

Abstract

Keberhasilan tugas TNI Angkatan Laut sangat bergantung pada kesiapan dan distribusi beban kerja unsur operasionalnya, khususnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) kelas Xombok Yolo Zimor (XYZ). Fenomena saat ini menunjukkan adanya ketimpangan pemanfaatan unsur XYZ; di satu sisi, KRI kelas XYZ di Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada ABC cenderung memiliki frekuensi operasi yang minim, sementara di sisi lain, tingginya intensitas operasi di Komando Lintas DEF (Kolin DEF) mengakibatkan tingginya jam layar kapal yang berdampak pada siklus pemeliharaan. Kondisi ini sering kali memaksa dilakukannya BKO (Bawah Kendali Operasi) unsur Satfib Koarmada ABC secara situasional yang belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi peran KRI kelas XYZ melalui penguatan kolaborasi lintas Komando Utama (Kotama) antara Koarmada ABC dan Kolin DEF. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis gabungan AHP-SWOT. Pendekatan analisis Analytic Hierarchy Process (AHP) pada tahap awal untuk menentukan bobot prioritas kriteria strategis berdasarkan persepsi pakar. Hasil pembobotan dari AHP tersebut kemudian digunakan sebagai pedoman dalam analisis tahap selanjuntya yaitu SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi organisasi dan merumuskan alternatif strategi yang aplikatif. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa rekomendasi pola kolaborasi yang integratif dalam aspek penjadwalan operasi dan pemeliharaan. Dengan sinergitas lintas Kotama, diharapkan beban kerja KRI kelas XYZ dapat terdistribusi secara proporsional, memperpanjang usia pakai alutsista, dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas dukungan logistik serta proyeksi kekuatan TNI Angkatan Laut secara keseluruhan.
Strategi Pengembangan Organisasi Fasharkan Guna Mewujudkan Kemandirian Pemeliharaan Dalam Rangka Mendukung Kesiapan Operasi KRI Oktri Handoni; Ugik Cahyono; Beben Afendi; Tohonan Evangelista Siagian
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10662

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan strategis memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan laut dan keamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). TNI Angkatan Laut, melalui Kapal Republik Indonesia (KRI), merupakan pilar utama dalam menjalankan peran tersebut. Namun, efektivitas operasional KRI sangat bergantung pada kesiapan materiil yang didukung oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan). Saat ini, terdapat kesenjangan signifikan antara organisasi Fasharkan dengan modernisasi alutsista generasi terbaru yang berbasis teknologi digital dan otomasi, serta ketergantungan yang tinggi terhadap teknisi luar negeri dan suku cadang impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria-kriteria yang memengaruhi organisasi Fasharkan di wilayah Barat Indonesia guna mewujudkan kemandirian pemeliharaan KRI dalam mendukung kesiapan operasi KRI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif statistik dengan pendekatan teknik pengambilan keputusan multi-kriteria, yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kriteria, serta analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk merumuskan strategi pengembangan yang adaptif. Hasil penelitian diharapkan mampu mengidentifikasi variabel penentu dalam peningkatan organisasi, mulai dari regenerasi tenaga teknisi spesialis, pembaruan infrastruktur bengkel, hingga penguatan integrasi sistem manajemen pemeliharaan. Strategi yang dihasilkan diharapkan menjadi blueprint bagi pimpinan TNI AL dalam mengambil kebijakan strategis untuk membangun konsep pemeliharaan yang mandiri, berdaulat, namun tetap kolaboratif dengan industri pertahanan nasional. Dengan demikian, Fasharkan dapat bertransformasi menjadi bengkel strategis yang mampu menjamin kesiapan tempur KRI secara cepat dan berkelanjutan demi menegakkan kedaulatan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.
Analisis Key Successs Factor Keamanan Maritim Guna Menghadapi Ancaman Hibrida dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Laut Anshari Ahmad Junaidi Harahap; Baharudin Anwar; Dany Wira Nugraha; Tohonan Evangelista Siagian
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10469

Abstract

Keamanan maritim, dalam praktiknya memiliki sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun, dan banyak orang yang berteori tentang makna dan nilai laut bagi umat manusia, khususnya hukum yang berlaku di dalamnya, namun kajian mengenai keamanan maritim itu sendiri dan apa yang menjadi bagiannya masih relatif baru. Bueger (2015, hlm. 160–161) menggunakan semiotika, kerangka sekuritisasi, dan teori praktik keamanan untuk membangun matriks di mana keamanan maritim menghubungkan empat konsep satu sama lain: lingkungan laut, pembangunan ekonomi, keamanan nasional, dan keamanan manusia. Bueger memasukkan: kecelakaan di laut, polusi, penyelundupan, aksi teroris, perubahan iklim, pembajakan, dan IUU Fishing, proliferasi senjata, sengketa antarnegara, dan perdagangan manusia. Ancaman hibrida kini telah bergabung dengan serangkaian konsep alternatif yang berkembang tentang karakter konflik modern yang terus berkembang. Ancaman hibrida mencakup berbagai macam modus peperangan, termasuk kemampuan konvensional, taktik dan formasi yang tidak teratur, aksi teroris, serta gangguan kriminal. Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah bagaimana cara terbaik untuk memberikan pengetahuan terkait dengan keamanan maritim dalam menghadapi ancaman hibrida global tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kunci keberhasilan kemanan maritim nasional dalam menghadapi ancaman hibrida dalam rangka mendukung tugas TNI AL. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan didukung triangulasi data menggunakan pendekatan Delphi-ISM untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemanan maritim nasional. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemanan mariti nasional. Selanjutnya data divalidasi menggunakan pendekatan Content Validity Index (CVI). Dalam menentukan interelasi antar faktor kunci keberhasilan dalam analisis kemanan maritim nasional dalam menghadapi ancaman hibrida dalam rangka mendukung tugas TNI AL melalui metode dan pendekatan Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kunci keberhasilan dalam aspek kemanan maritim dalam menghadapi ancaman hibrida adalah faktor arms proliferation, karena memiliki driving power tertinggi dan dependence power terendah, arms proliferation adalah masalah priotitas yang harus menjadi fokus utama dalam evaluasi upaya strategis. Mengendalikan arms proliferation akan secara mendasar mengurangi ancaman maritim lainnya. Penelitian ini memberikan gambaran nyata terhadap faktor kunci keberhasilan kemanan maritim nasional dalam menghadapi ancaman hibrida dalam rangka mendukung tugas TNI AL.