Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi kerja pegawai serta faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan teori Two-Factor Herzberg, khususnya faktor motivator dan hygiene, serta hubungannya dengan kinerja individu pegawai di BKPSDM Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu melalui kuesioner kepada 34 pegawai, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor motivator memiliki pengaruh dominan terhadap motivasi kerja pegawai, terutama pada aspek achievement dan recognition yang mampu meningkatkan semangat kerja, rasa bangga, serta keterlibatan dalam penyelesaian tugas. Pegawai cenderung lebih termotivasi ketika hasil kerja diakui, diberikan kepercayaan, serta memperoleh penghargaan baik secara formal maupun informal. Sementara itu, faktor hygiene seperti hubungan antarpegawai, kualitas supervisi, kebijakan organisasi, kondisi kerja, kompensasi, dan keamanan kerja berperan penting dalam menjaga kenyamanan kerja serta mencegah munculnya ketidakpuasan. Temuan kualitatif juga mengonfirmasi bahwa lingkungan kerja yang harmonis, komunikasi yang terbuka, serta dukungan pimpinan menjadi faktor penting dalam mempertahankan motivasi kerja pegawai. Secara keseluruhan, motivasi kerja tidak hanya ditentukan oleh faktor intrinsik, tetapi juga oleh faktor ekstrinsik yang saling melengkapi. Dengan demikian, organisasi perlu mengintegrasikan strategi peningkatan sistem penghargaan, penguatan manajemen kinerja, perbaikan hubungan kerja, serta optimalisasi kebijakan dan fasilitas kerja agar motivasi dan kinerja pegawai dapat meningkat secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026