Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Zoom Fatigue terhadap kinerja karyawan dengan kesehatan karyawan sebagai variabel intervening di PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian sebanyak 188 karyawan organik yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk variabel Zoom Fatigue dan kesehatan karyawan, serta data sekunder KPI individu dari Human Capital Information System (HCIS) perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Zoom Fatigue berada pada kategori cukup tinggi (66%) dengan indikator tertinggi pada kelelahan tubuh; (2) kesehatan karyawan berada pada kategori tinggi (73,57%) dengan tingkat konsentrasi sebagai aspek terendah; (3) kinerja karyawan mencatat rata-rata 3,65 dari skala 5,0, masih di bawah target perusahaan sebesar 4,00. Pengujian hipotesis mengungkapkan bahwa Zoom Fatigue berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = -0,442; p < 0,001), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kesehatan karyawan (β = -0,029; p = 0,050). Kesehatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (β = 0,464; p < 0,001). Temuan penting penelitian ini adalah kesehatan karyawan tidak memediasi hubungan antara Zoom Fatigue dan kinerja (β = -0,014; p = 0,087), mengindikasikan bahwa dampak negatif Zoom Fatigue bersifat langsung melalui mekanisme kognitif-behavioral. Implikasi manajerial menekankan perlunya intervensi berbasis pengelolaan beban kognitif, seperti pembatasan durasi rapat daring dan peningkatan literasi digital karyawan.
Copyrights © 2026